Info Sains

Latest Post

Hati-Hati, Internet Dapat Mengubah Ingatan Manusia

Written By Agus Dwianto on Sabtu, 23 Juli 2011 | 05.02

Komputer dan internet mengubah sifat ingatan manusia, demikian kesimpulan penelitian yang dimuat di majalah Science. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika seseorang diajukan pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka akan memikirkan komputer.


Ketika mereka mengetahui bahwa berbagai fakta nantinya akan didapat lewat komputer maka ingatan mereka menjadi tidak begitu baik karena mereka mengetahui dapat mengandalkan sumber lain. Para peneliti mengatakan internet bertindak sebagai "ingatan transaktif".

Penulis Betsy Sparrow dari Universitas Columbia mengatakan, ingatan transaktif adalah ide adanya sumber ingatan luar—tempat penyimpanan di pihak lain. "Ada ahli-ahli hal tertentu dan kita membiarkan mereka bertanggung jawab atas informasi tersebut," katanya sebagaimana dilansir laman BBC, Ahad (17/7).

Penulis lain, Daniel Wegner—yang pertama kali mengusulkan konsep ingatan transaktif dalam bab sebuah buku berjudul Ketergantungan Kognitif pada Hubungan Dekat—menemukan pasangan yang sudah lama hidup bersama akan saling membantu saat mengingat sesuatu. 

"Saya berpikir internet menjadi sebuah bentuk ingatan transaktif dan saya ingin mengujinya," kata Sparrow.

Bagian pertama pengkajian adalah menguji apakah peserta penelitian "langsung" memikirkan komputer dan internet begitu diajukan pertanyaan sulit. Tim menggunakan tes Stroop yang dimodifikasi.

Tes Stroop standar mengukur berapa lama waktu yang diperlukan partisipan untuk membaca sebuah kata warna sementara kata tersebut berbeda warna, misalnya kata "hijau" ditulis dengan warna biru. Waktu reaksi meningkat ketika—bukannya kata warna—para partisipan ditanyakan untuk membaca kata-kata tentang topik yang kemungkinan sudah ada dalam pikiran.

Dengan cara ini tim peneliti menunjukkan bahwa setelah diberikan topik dengan jawaban ya/tidak, waktu reaksi terhadap istilah yang terkait dengan internet akan lebih lama. Ini adalah sebuah isyarat partisipan tidak mengetahui jawaban, dan mereka sudah mempertimbangkan untuk menjawab dengan menggunakan komputer.

Dalam percobaan lebih mendalam para peserta penelitian diberikan serangkaian fakta. Setengahnya diminta menyimpannya pada sejumlah folder di komputer, setengahnya diberitahu bahwa fakta-fakta tersebut akan dihapus.

Ketika diminta untuk mengingat fakta tadi, kelompok yang mengetahui informasi tidak akan didapat lagi menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan kelompok yang menyimpan fakta dalam berkas di komputer. Tetapi kelompok yang mengharapkan informasi tersebut akan didapat nantinya, ingatannya sangat bagus dalam mengingat folder tempat penyimpanan informasi. 

"Ini mengisyaratkan bahwa dalam kaitan dengan berbagai hal yang bisa kita dapatkan di internet, kita cenderung menempatkan ingatan online. Kita cenderung menyimpannya di luar," jelas Sparrow.

Menurut Sparrow, kecenderungan partisipan untuk mengingat lokasi informasi—bukannya informasi itu sendiri—merupakan isyarat orang semakin tidak bisa mengingat sesuatu. Mereka hanya mengatur penempatan informasi dalam jumlah besar agar nantinya mudah didapat.

"Saya tidak menganggap Google membuat kita bodoh. Kita hanya mengubah cara mengingat. Jika kita bisa mendapatkannya di internet meskipun sedang berjalan-jalan, maka keterampilan yang diperlukan... Yang perlu diingat adalah ke mana harus mendapatkan informasi. Keterampilan yang diperlukan adalah mengingat siapa yang perlu ditemui (untuk mengetahui hal tertentu)," pungkasnya.


Selesaikah Masalah dengan Bentakan?

Written By Agus Dwianto on Jumat, 22 Juli 2011 | 19.41

"Sudah, diam kamu..!
"pergi sana..!"
"jadi kamu mau apa.?"
"Kau pikir dirimu siapa..?"
"stooppp…"!!!

Subhanallah, sungguh bentakan sering kali terdengar dimana-mana, membuat hati menjadi kecut, terutama bila diri ini yang menjadi korban bentakan.Seringkali orang menggunakan metode membentak untuk menghentikan dengan segera perbuatan atau percakapan orang lain yang dianggap mengganggunya.

Dengan bentakan maka masalah seakan selesai, pertanyaan yang mengganggu berhenti, dan timbullah kepuasan walau sebetulnya terdapat ketidaknyamanan bagi si pembentak, dan dia bisa bernafas lega dan beralih pada pekerjaan atau pikiran yang lain. Namun bagi yang dibentak, serasa terngiang-ngiang terus bentakan tersebut, membuat hati menjadi kecut, dan sakit, tanpa disadari, terutama bila teringat-ingat pada bentakan yang dihujamkan, maka sedikit demi sedikit luka dihati semakin parah, dan berakibat timbullah yang namanya dendam kesumat.

Waktu kami masih kecil, kami kerap makan martabak kare di tenda kecil di pusat makanan daerah roxy, jembatan lima, kota, di Jakarta. Salah seorang tukang masak di restaurant seafood sebelah warung martabak kare tersebut yang kami kenali sebagai tukang masak yang handal,karena gayanya cukup berisik dan bila masak, bunyi kuali penggorengan begitu nyaring berdentang dan mulutnya ikut bunyi mengucapkan ini dan itu, bahkan sesekali membentak pelayan restaurant yang hanya diam saja, dibentak dan diteriaki macam-macam.

Sampai suatu hari,kami tidak lagi mendengar keberisikan yang ditimbulkan oleh sang tukang masak tersebut, ketika kami bertanya dengan heran, maka terungkaplah cerita, bahwa sang tukang masak ternyata masuk rumah sakit. Ternyata si pelayan merasa sakit hati dengan tingkah lakunya yang selalu membentak dan berteriak-teriak memaki, menyakitkan hati, sehingga menyempatkan diri menusuk si tukang masak dengan pisau pemotong sayur.

Orang dewasa saja mengalami sakit hati yang lumayan dahsyat bila sering dibentak oleh seseorang, apalagi anak-anak..? Yang hatinya lebih lembut, jiwanya lebih perasa dan polos.
Maka pernahkah kita membayangkan bagaimana hancurnya hati si anak yang lembut itu, bila kita orang tua membentaknya untuk menghentikan semua celotehnya yang kadang membuat orang tua kesal?. Juga rengekannya yang memusing kan kepala, dan teriakannya yang membuat rasa lelah semakin bertambah, sementara itu semua sering kali kita tutup dan selesaikan dengan membentak, agar semua kepusingan kita hilang atau ulah anak-anak yang serasa mengganggu ketentraman kita, dengan ucapan yang simple namun menyakitkan. " diaaammmmm…!"

Masya Allah, haruskah kita menutup persoalan dengan membentak..? apakah betul masalah selesai dengan baik bila membentak..? bukan nya malah membentuk masalah baru,? yaitu..mengobati hati..anak yang terluka, dan teladan, ….dimana bisa jadi anak-anak akan mengikuti cara kita membentak, sehingga dia menjadi orang yang suka membentak entah pada pembantu di rumah, atau kawan yang lebih kecil dan atau adiknya sendiri.

Maka,…pikirlah sebelum berteriak…dampak dari pada membentak…

" Dan sebutlah (nama ) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai " (qs : Al-A'Raaf : 205 )

Fifi.P.Jubilea
Founder and Conceptor of JISc
bundafe.jisc@gmail.com
bundafe : penulis artikel konsultasi pendidikan anak, remaja dan keluarga
http://www.jakartaislamicschool.com/
www.bundafe.com

Redaktur: Mohamad Afif
Sumber : http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduads/11/06/15/lmto2w-selesaikah-masalah-dengan-bentakan

Butuh Perekam? Unduhlah Aplikasi Ini

Written By Agus Dwianto on Kamis, 21 Juli 2011 | 14.26

Jika Anda membutuhkan aplikasi recorder yang bisa merekam suara, Anda bisa mengunduh sejumlah aplikasi. Tidak perlu lagi membeli alat perekam.

1) Voice Recorder HD
Aplikasi seharga 1,99 dollar AS ini sangat mudah digunakan dengan kualitas rekam yang tinggi serta tak ada batas waktu merekam.

Anda dapat pula membagi voice memo ini melalui e-mail, dan mentransfer file-file audio ke komputer menggunakan USB (iTunes).

File audio rekaman dapat dimainkan di berbagai sistem operasi. Selain itu, aplikasi ini juga mendukung mic eksternal untuk merekam dalam jarak jauh. Fitur ini sangat ideal bagi vokalis dan juga jurnalis.

2) Quick Voice Recorder
Aplikasi gratis yang diunduh lebih dari tiga juta pengguna ini salah satu aplikasi yang berfungsi merekam.

Aplikasi ini dapat disinkronkan ke komputer, memiliki menu "pause" dan "resume" playback, juga "rewind" dan "forward".

3) Audio Memos SE - The Voice Recorder
Aplikasi Audio Memos adalah perekam suara untuk iPhone dan iPad. Anda bisa mengunduh aplikasi yang gratis, tapi Anda juga bisa mengunduh aplikasi yang berbayar seharga 0,99 dollar AS.

Hasil rekaman dapat dikirim melalui e-mail (hingga 3 MB dalam aplikasi gratis), menggunakan bookmark untuk menavigasi rekaman dengan mudah (hanya dalam versi berbayar), mengaktivasi "timer" rekaman (hanya dalam aplikasi berbayar), serta memiliki kualitas tinggi rekaman hingga 44100 Hz.

Dengan aplikasi ini, Anda juga dapat membuat rekaman stereo (dalam versi berbayar).

Anda juga mengunggah hasil rekaman ke berbagai server FYTP yang Anda pilih (dalam aplikasi berbayar). Anda juga dapat mengirim hasil rekaman ke komputer Anda menggunakan akses WiFi. Dalam aplikasi yang berbayar, Anda bisa merekam tanpa batas waktu. Aplikasi ini berfungsi baik di iPad maupun di iPhone. (Robert Adhi Ksp)

Sumber : http://tekno.kompas.com/read/2011/06/23/1753473/Butuh.Perekam.Unduhlah.Aplikasi.Ini.

Kiat Sukses "Menciptakan" Anak Sukses

Written By Agus Dwianto on Rabu, 20 Juli 2011 | 14.19

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak anak ingin cerdas dan kreatif, tetapi hanya berhenti pada keinginan saja. Menurut psikolog Tika Bisono, hal itu disebabkan suatu "penyakit" yang mendorong anak selalu mengatakan "tidak bisa" sebelum memulai sesuatu karena tidak percaya diri, dan selalu mengatakan tidak mau kerena alasan gengsi. Selain itu, kurangnya kesadaran untuk berkreasi juga merupakan masalah lain yang memicu anak tidak kreatif. Tika menilai, anak-anak usia remaja perlu menyalurkan potensi ekspresif dan agresifnya pada hal-hal yang positif sehingga kemudian dapat melahirkan sebuah prestasi yang membanggakan. Ia menegaskan, orangtua jangan memandang daya kritis anak-anaknya sebagai sebuah bentuk perlawanan.

"Orangtua dan lingkungan jangan membunuh usaha remaja untuk menjadi kreatif dengan memberikan label nakal, aneh, ataupun nyeleneh," kata Tika, saat menjadi pembicara dalam talkshow "Sukses Mengawal Perkembangan Remaja Melalui Pendekatan Strength Base Parenting" yang digelar PPM School of Management, Sabtu (16/7/2011), di Menteng, Jakarta Pusat.

Tika mengatakan, orangtua harus mampu menjadi seorang creator education bagi anak-anaknya. Jadikan kegagalan orangtua sebagai sebuah referensi berharga untuk anak-anak agar kelak ia tidak mengulangi dan mengulangi kegagalan tersebut.

"Kegagalan orangtua harus dijadikan referensi agar anak-anak tidak mengulanginya. Pribadi kreatif dan best parenting tidak bisa dipisahkan. Itulah mengapa pengalaman orangtua sangat diperlukan," ujarnya.

Dalam talkshow ini, Tika membeberkan tiga pilar utama dalam pendekatan strength base parenting. Pertama, orangtua harus memiliki visi dirinya ingin dipandang sebagai orangtua seperti apa oleh anak-anaknya. Sebagai orangtua yang otoriter, submisif, atau demokratis. Menurutnya, visi antara anak dan orangtua bisa berbeda sehingga ini sangat berguna untuk mengidentifikasi perbedaan-perbedaan tersebut.

Kedua, orangtua dan anak harus selalu bersikap positif dan memfokuskan diri pada kelebihannya. Ketiga, orangtua harus membangun hubungan yang kuat secara bersama-sama dengan anak-anaknya.

"Itulah tiga pilar yang saya ambil dan sudah diterapkan di seluruh dunia," kata Tika.

Sementara itu, pengajar Human Resources dan Organizational Behaviour PPM School of Management, Dwi Idawati, mengatakan, kunci sukses strength base parenting dalam pendidikan adalah mencari titik temu antara orangtua dan anak-anak. Menurutnya, banyak orangtua yang terlalu sibuk bekerja sehingga anak-anak seperti berkembang dengan sendirinya.

"Bisakah mereka (orangtua) menjelaskan apa kekuatan dari anak-anaknya. Sebagai orangtua, kita harus tahu dukungan apa yang ingin kita berikan kepada anak. Create sebuah program dan ciptakan suatu visi untuk kebahagiaan anak-anak di masa depan," ujarnya.

Seharusnya, sambung Ida, orangtua harus memberikan informasi pandangan sebanyak-banyaknya terhadap anak-anak khususnya ketika ingin memilih sebuah pendidikan lanjutan. Biarkan anak berpikir dan mengambil keputusan, lalu berikan pandangan terhadap keputusan yang akan dipilihnya. Biasanya, anak tidak mempunyai atau kekurangan informasi tentang apa yang akan dipilihnya.

"Yang terpenting, jangan bandingkan anak-anak dengan orang lain. Me is me," tandasnya.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/07/18/09394557/Kiat.Sukses.Menciptakan.Anak.Sukses

Tips Menjadi Pengajar yang Menyenangkan

Written By Agus Dwianto on Selasa, 19 Juli 2011 | 17.11

KOMPAS.com - Dapatkah Anda membayangkan, apa yang terjadi jika tak tercipta suasana menyenangkan dalam proses belajar mengajar? Ya, siswa akan bosan dan tujuan dari penanaman ilmu oleh pengajar tak akan tercapai. Bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan? Beberapa tips ini mungkin bisa menjadi panduan.

Salah satu hal yang harus dikedepankan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelas. Selain untuk membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.

Ciptakan iklim yang nyaman buat anak didik Anda

Iklim yang nyaman akan menghilangkan kecanggungan siswa, baik sesama guru maupun antar siswa sendiri. Hal ini juga bisa mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan, sehingga komunikasi antara pendidik dan anak didik dapat terbangun. Sebagai pengajar, Anda dapat menjelaskan kepada siswa bahwa tidak akan ada siswa lain yang akan mengejak ketika ia bertanya. Beri motivasi kepada siswa bahwa dengan bertanya, akan memudahkannya untuk lebih mengetahui tentang sesuatu hal daripada hanya diam mendengarkan.

Dengarkan dengan serius setiap komentar atau pertanyaan yang diajukan oleh siswa Anda.

Jika siswa Anda mengajukan pertanyaan, sebisa mungkin fokus dan memperhatikannya. Meski sederhana, hal ini akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa karena ia merasa diperhatikan. Seringkali siswa merasa kurang percaya diri sehingga enggan untuk memberikan kontribusi di dalam kelas. Nah, tugas Anda sebagai pengajar, membangun kepercayaan diri siswa dengan menunjukkan perhatian-perhatian saat siswa merasa sedang ingin didengarkan.

Jangan ragu memberikan pujian kepada siswa

Anda juga bisa mencoba dengan memuji setiap komentar yang diajukan oleh anak didik Anda. Misalnya, "Oh, itu ide yang sangat bagus" ,atau "Pertanyaan kamu bagus, itu tidak pernah saya pikirkan sebelumnya”.

Beri pertanyaan yang mudah dijawab

Jika hal diatas belum juga berhasil untuk mengajak siswa memberikan komentar atau pertanyaan, giliran Anda untuk mengajukan pertanyaan memancing yang bisa membuat anak didik Anda tidak lagi bungkam di dalam kelas. Pastikan pertanyaan Anda mampu dijawab oleh siswa, sehingga saat menjawab secara tidak langsung melatih siswa untuk berbicara.

Saat siswa sudah mulai merespon, beri senyum kepada siswa yang sudah berkomentar. Hal ini akan mengurangi rasa canggung yang biasa ia perlihatkan.

Biarkan siswa mengetahui pelajaran sebelum kelas dimulai

Minta agar para siswa mempelajari bahan yang nantinya akan Anda tanyakan. Sehingga, ia akan mempersiapkannya terlebih dulu. Jika saat anda bertanya dan para siswa tidak merespon, ubah format pertanyaan anda yang hanya membutuhkan jawaban "ya" atau "tidak".

Controlling

Kontrol para siswa dengan alat kontrol yang Anda miiliki. Gunanya adalah untuk mengetahui seberapa banyak siswa yang biasanya berpartisipasi dalam kelas. Jika Anda menemukan beberapa siswa yang tingkat partisipasinya dalam kelas sangat kurang, maka ajak ia berkomunikasi secaraa pribadi. Mungkin dengan begitu ia akan merasa percaya diri. Selain itu, jika yang Anda temukan hanyalah permasalahan kurang percaya yang menjadikannya diam selama kelas berlangsung, maka tugas Anda selanjutnya adalah memberi ia tugas yang bisa membantunya untuk berkomunikasi. Misalnya, tugas berpidato dalam kelas.

Selamat mencoba!!

Indonesia Kirim Lima Tim Olimpiade Sains Internasional

Written By Agus Dwianto on Senin, 18 Juli 2011 | 05.01

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Indonesia kembali mengirimkan siswa-siswa sekolah menengah atas (SMA) ke olimpiade sains internasional tahun 2011 untuk bidang Fisika, Matematika, Biologi, Kimia, dan Informatika ke sejumlah negara.

Tim-tim yang akan berlaga diterima oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Fasli Jalal di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Selasa petang. Hadir mendampingi Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdiknas Baedhowi dan Direktur Pembinaan SMA Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kemdiknas Totok Suprayitno.

Fasli menyampaikan para peserta olimpiade yang mewakili Indonesia telah melalui seleksi ketat dimulai dari sekolah masing-masing sampai ke regional. Dikatakannya cakupan asal daerah peserta makin luas mulai mulai dari kawasan barat sampai timur nusantara. "Indonesia tidak henti-hentinya menunjukkan kebolehan siswa di berbagai forum terhormat."

Pada bidang Fisika, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) akan berlaga di Olimpiade Fisika Internasional atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-42 di Bangkok, Thailand pada 10-18 Juli 2011. Tim ditargetkan meraih dua medali emas. Ada sebanyak 86 negara yang mengirimkan peserta di antaranya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Korea Selatan, dan Rusia.

TOFI terdiri atas Farhan Nur Kholid, siswa SMA Sragen Bilingual Boarding School; Luqman Fathurochim, siswa SMA Sragen Bilingual Boarding School; Imam Agung Raharja, siswa SMA Pribadi Depok; Erwin Wibowo, siswa SMAK BPK Penabur Gading Serpong; dan Kevin Ardian Fauzie, siswa SMA Santa Maria Pekanbaru.

Pada bidang Matematika, Indonesia mengirim enam siswa ke International Mathematical Olympiad (IMO) ke-52, yang diselenggarakan pada 12-24 Juli 2011 di Amsterdam, Belanda. Tim ditargetkan meraih dua medali perak dan empat medali perunggu. Tahun lalu tim IMO Indonesia berada pada ranking 30 dari 96 negara dan berhasil menyabet satu medali perak, empat medali perunggu, dan satu honorable mention.

Tim IMO Indonesia terdiri atas Johan Gunardi, siswa SMAK 5 BPK Penabur Jakarta, DKI Jakarta; Stefanus, siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, DKI Jakarta; Tobi Moektijono, siswa SMA IPEKA International Christian School Jakarta, DKI Jakarta; Ahmad Zaky, siswa SMA Negeri 8 Jakarta, DKI Jakarta; Ivan Wangsa Cipta Lingga, siswa SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta; dan Pramudya Ananto, siswa SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.

Adapun pada bidang Biologi, tim akan berlaga di arena kompetisi International Biology Olympiad (IBO) ke-22 pada 11-16 Juli 2011 di Taipei, Taiwan. Tim IBO mengirimkan empat siswa dan ditargetkan meraih medali. Pada ajang tahun lalu di Korea Selatan, tim IBO meraih dua medali emas dan dua medali perunggu.

Indonesia yang telah mengikuti IBO sejak 2000 mengirimkan Toriq Salafi, siswa kelas 3 MAN Insan Cendekia, Serpong, Tangerang; Marsha Christanvia, siswa kelas 3 SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta; Afandi Charles, siswa kelas 2 SMAN 78 Jakarta; dan Husni Muarif, siswa kelas 2 SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah.

Sementara pada bidang Informatika, Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) Indonesia akan berkompetisi di International Olympiad in Informatics (IOI) ke-23. Kompetisi akan berlangsung pada 22-29 Juli 2011 di Pattaya, Thailand. Pada penyelenggaraan IOI ke-22 di Waterloo, Ontario, Kanada, TOKI berhasil meraih dua medali perak dan satu medali perunggu.

TOKI Indonesia terdiri atas William Gozali, siswa SMA Tarakanita 2 Jakarta; Jessica Handojo, siswa SMA Santa Ursula, Jakarta; Reinhart Abdiel Hermanus, siswa SMA Santo Paulus, Bandung; dan Frederikus Hudi, siswa SMA Negeri 4 Denpasar.

Redaktur: Johar Arif
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/pendidikan/kompetisi/11/07/05/lnv6e5-indonesia-kirim-lima-tim-olimpiade-sains-internasional
Terbit : Selasa, 05 Juli 2011 21:18 WIB

Kiat Kura-kura Hadapi Bencana Meteor

Written By Agus Dwianto on Minggu, 17 Juli 2011 | 12.53

KOMPAS.com - Kura-kura Boremys yang selamat dari tabrakan meteor yang melenyapkan dinosaurus sepertinya sama sekali tidak terpengaruh oleh bencana besar itu. Demikian menurut hasil studi yang dilaporkan dalam Society of Vertebrate Paleontology.

Menurut Walter Joyce dari University of Tubingen, kura-kura air mampu bertahan karena kemampuan alami untuk bertahan dalam kondisi berat. "Ketika temperatur terlalu dingin, mereka melakukan hibernasi. Ketika terlalu panas atau kering, mereka akan menggali lubang dalam lumpur dan menunggu kekeringan lewat," jelas Joyce. "Rupanya kemampuan itu juga berguna ketika tabrakan meteor 65 juta tahun yang lalu," tambah Joyce.


Berdasarkan fosil yang ditemukan di Hell Creek dan Fort Union di barat daya Dakota Utara dan sebelah timur Montana, ilmuwan menerka Boremys hidup 80 hingga 42 juta tahun yang lalu. Spesies yang mereka temukan menyukai daerah rawa di sekitar sungai tropis.

Boremys memakan tanaman lunak, moluska kecil, serangga dan ikan. Boremys terkecil memiliki panjang 25 sentimeter, sedangkan yang terbesar bisa mencapai 80 sentimeter.

Boremys tidak memiliki hubungan dekat dengan kura-kura modern. "Tetapi, mereka punya kebiasaan yang sama dengan kura-kura modern," jelas peneliti.

Saat meteor menabrak Bumi 65 juta tahun yang lalu, sebagian besar spesies dinosaurus yang punah. Sebagian lagi mengalami kehilangan individu dalam jumlah yang sangat besar. Sementara beberapa jenis lain, seperti kura-kura Boremys, mampu selamat.

"Hewan-hewan besar mati dalam jumlah ribuan. Sementara itu amfibi, seperti kodok dan salamander, juga reptil, masih bisa bertahan karena mereka punya teknik yang membantu mereka hidup di kondisi sulit," kata Joyce.

Joyce juga menambahkan, hewan yang selamat masih harus menghadapi masalah. "Mereka tidak selalu mampu bertahan dari pemangsa," katanya.

Kura-kura modern saat ini pun menghadapi masalah itu. "Ironis, hewan yang sudah ada sejak 220 juta tahun yang lalu sekarang hampir punah karena aktivitas manusia. Mereka selamat dari asteroid, tapi tidak selamat dari spesies kita," kata James Parham, peneliti dari Field Museum of Natural History. (National Geographic Indonesia/Alex Pangestu)

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/07/13/19280289/Kiat.Kura-kura.Hadapi.Bencana.Meteor

Gaya

Written By Agus Dwianto on Sabtu, 16 Juli 2011 | 07.21

Mata Pelajaran : IPA
Kelas/Semeste : VIII/Ganjil

KOMPETENSI

Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dan pengaruhnya dalam suatu benda yang dikenai gaya.


INDIKATOR

1. Menggambarkan gaya-gaya yang bekerja pada suatu benda secara proporsional.
2. Melukiskan penjumlahan gaya dan selisih gaya-gaya segaris baik yang searah maupun berlawanan.
3. Menyelidiki besar gaya gesekan pada berbagai permukaan yang berbeda kekasarannya yaitu pada permukaan benda yang licin, agak kasar, dan kasar.
4. Mengukur berat dan massa suatu benda.

PENGERTIAN GAYA

Jika kita naik bis dengan berdiri kita harus berpegangan dengan tujuan agar badan kita tidak terpental ke depan jika bis direm mendadak. Apa yang menyebabkan badan kita terpental ke depan ketika bis direm mendadak.

Ketika kita menarik atau mendorong benda maka kita dikatakan melakukan gaya terhadap benda. Jadi, gaya adalah besaran fisika berupa tarikan atau dorongan. Gaya termasuk besaran vektor karena selain memiliki nilai juga memiliki arah.
Suatu gaya dapat digambarkan dengan diagram vektor berupa anak panah. Titik O disebut titik pangkal dan titik A disebut titik ujung. Panjang OA menyatakan nilai gaya dan arah panah menyatakan arah gaya.

Contoh:
Gaya F1 sebesar 4 N ke kanan dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 4 cm dengan arah ke kanan.


Gaya F2 sebesar 6 N ke kiri dapat digambarkan anak panah yang panjangnya 6 cm dengan arah ke kiri.

Satuan gaya menurut satuan SI adalah newton (N) satuan yang lain adalah dyne.
1 N = 105 dyne
Gaya dapat diukur dengan neraca pegas.

RESULTAN GAYA

Hasil perpaduan dua gaya atau lebih dalam satu garis kerja akan menghasilkan satu gaya pengganti yang disebut resultan gaya.
Jika gaya F1 dan F2 searah, maka resultannya adalah jumlah kedua gaya itu
R = F1 + F2


Jika gaya F1 dan F2 berlawanan arah, F1 > F2 maka
resultannya adalah selisih kedua gaya itu dan arahnya sesuai dengan gaya yang lebih besar
R = F1 - F2

F1 = gaya pertama (N)
F2 = gaya kedua (N)
R = resultan gaya (N)

GAYA GESEKAN

Gaya gesekan adalah gaya yang timbul akibat persentuhan langsung antara dua permukaan benda, arah gaya gesekan berlawanan dengan kecenderungan arah gerak benda. Besarnya gaya gesekan ditentukan oleh kehalusan atau kekasaran permukaan benda yang bersentuhan.
Balok kayu yang ditarik di atas triplek akan timbul gaya gesek yang
lebih besar dari pada di atas kaca, karena triplek lebih kasar dari kaca

Contoh gaya gesekan yang menguntungkan
1. Gaya gesekan pada rem dapat memperlambat laju kendaraan
2. Gaya gesekan pada alas sepatu dengan jalan, jika jalan licin orang yang berjalan bisa
tergelincir
Contoh gaya gesekan yang merugikan:
1. Gaya gesekan antara udara dengan mobil dapat menghambat gerak mobil.
2. Adanya gaya gesekan pada roda dan porosnya, sehingga dapat mengakibatkan aus

BERAT BENDA

Benda menarik benda lain karena benda memiliki massa, gaya tarik antara dua benda yang memiliki massa disebut gaya gravitasi atau gaya berat.
Massa benda di setiap tempat besarnya sama, tetapi berat benda dipengaruhi oleh percepatan gravitasi.

Massa benda dapat diukur dengan neraca, sedangkan berat benda dapat diukur dengan neraca pegas atau dinamometer.

Perbandingan berat dan massa sebuah benda di suatu tempat selalu tetap. Perbandingan berat dan massa benda ini disebut percepatan gravitasi. Percepatan gravitasi di bumi rata-rata 9,8 N/kg. Percepatan gravitasi di bulan 1,6 N/kg.

Hubungan antara berat benda, massa benda dan percepatan gravitasi secara matematis dapat dituliskan:
m = massa benda (kg)
w = berat benda (N) atau
g = percepatan gravitasi (N/kg) atau (m/s2)

Contoh Soal:

Percepatan gravitasi di bulan adalah seperenam kali percepatan gravitasi di bumi. Percepatan gravitasi di bumi 10 N/kg, seorang altet angkat besi mampu mengangkat beban yang massanya 180 kg. Berapa massa beban yang mampu diangkat jika dilakukan di bulan ?


Penyelesaian:

Diketahui : g = 10 N/kg
g’ = 1/6 x 10 N/kg
m = 180 kg

Ditanyakan : m’ = …… ?

Jawab : Berat beban di bumi

w = m . g
w = 180 kg . 10 N/kg
w = 1800 N

Berat beban yang mampu diangkat di bulan sama dengan di bumi yaitu 1800 N

w’ = w
m’.g’ = 1800 N
m’.g’ = 1800 N
m’.10/6 N/kg’ = 1800 N
m’ = 1800 N x 6/10 kg/N
m’ = 1080 kg

Jadi beban yang mampu diangkat di bulan adalah 1080 kg.



Sumber : E-dukasi.net
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Agus Dwianto - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger