Info Sains

Latest Post

Wujud Zat

Written By Agus Dwianto on Senin, 23 Mei 2011 | 10.10

Silahkan klik tombol menu yang tersedia.

100 Ribu Aplikasi Facebook Bocorkan Dana Pengguna

Written By Agus Dwianto on Minggu, 22 Mei 2011 | 21.01



REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Symantec, MENCATAT sedikitnya 100 ribu aplikasi Facebook secara tidak sengaja telah membocorkan akses ke akun pengguna jejaring sosial itu selama beberapa tahun.

Seperti dilaporkan CNN, aplikasi-aplikasi Facebook adalah aplikasi web yang berjalan pada platform Facebook. Facebook mengatakan para pengguna meng-install 20 juta aplikasi dalam platform yang sama setiap hari.

Pihak ketiga, utamanya pengiklan, memiliki akses ke profil, foto, chat dan informasi pribadi lainnya milik pengguna, ungkap sebuah posting dalam blog Symantec pada rabu (11/5).

Facebook memahami persoalan itu dan mengatakan hal itu sudah diatasi. Tetapi raksasa jejaring sosial itu juga mengatakan bahwa laporan Symantec memiliki beberapa "ketidakakuratan" dan informasi pengguna tidak pernah dibagikan ke pihak ketiga yang tidak berwenang.

Lapaoran Symantec mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, ratusan dari ribuan aplikasi didapati memiliki "akses token", dimana perusahaan itu menggambarkannya sebagai bentuk dari kunci cadangan untuk akun-akun orang.

"Tak perlu dikatakan, akibat kebocoran token akses itu sepertinya jauh dan luas," kata Nishant Dosti, staf perusahaan penyedia antivirus Norton itu dalam tulisannya di blog perusahaan.

Tak ada cara yang baik untuk memperkirakan dengan tepat seberapa banyak token akses telah bocor, kata Symantec.

Beruntungnya, Symantec mengatakan bahwa kebanyakan pengembang aplikasi mungkin tidak menyadari mereka telah memiliki akses ini. Perusahaan itu mengatakan Facebook telah mengambil langkah perbaikan untuk mengatasi persoalan yang ditemukan bulan lalu dan menarik perhatian pihak Facebook.

Facebook mengatakan sebagian besar token akses habis masa berlakunya dalam dua jam, yang berarti tidak berguna lagi bagi pihak ketiga berbahaya setelah periode itu.

Seorang jurubicara Facebook mengatakan kepada CNN dalam sebuah e-mail bahwa situs itu bekerja bersama Symantec untuk mengatasi persoalan tersebut. Tetapi ia mengatakan sebuah "investigasi meyeluruh" tak menunjukan adanya informasi apa pun yang didapat oleh pihak yang tak berwenang.

"Sebagai tambahannya, laporan ini mengabaikan kewajiban-kewajiban kontrak pengiklan dan pengembang yang melarang mereka untuk mengambil atau membagi informasi pengguna dengancara yang melanggar kebijakan kami," katanya.

Pada selasa (11/5), Facebook mengumumkan dalam blog pengembangnya bahwa pihaknya sedang bekerja bersama Symantec untuk mengenali persoalan dalam jalur otentifikasi kami guna memastikan bahwa mereka lebih aman."

Posting itu mengumumkan sebuah update yang memerlukan semua website dan aplikasi Facebook untuk beralih ke sesuatau yang baru, yang lebih aman bagi pengembang.

"Kami percaya perubahan ini menciptakan pengalaman yang lebih baik dan aman bagi pengguna dari aplikasi anda," tulis Naitik Shah dari Facebook dalam sebuah posting.

Facebook saat ini menggunakan sebuah sistem otentifikasi yang lebih aman untuk aplikasi, tetapi masih mendukung yang lama, versi yang kurang aman, kata Symantec. Situs itu belum menemukan bukti bahwa setiap informasi yang bocor telah digunakan untuk kepentingan yang menyalahi kebijakan Facebook.

Pengguna Facebook dapat mencegah setiap akses yang tidak legal dalam sebuah aplikasi yang dimiliki dengan jalan mengubah kata kuci.

Para pengembang yang menggunakan sistem lama Facebook akan mengalami transisi ke yang baru, sistem pengembangan lebih aman, antara sekarang hingga 1 Oktober mendatang, menurut posting di blog itu.

Sistem baru ini memungkinkan pengguna menginstal aplikasi dengan daftar rinci dari aplikasi yang akan mengakses data pribadi mereka.

Redaktur: taufik rachman
Sumber: antara
Dikutip dari : http://www.republika.co.id/berita/trendtek/internet/11/05/13/ll3lbj-100-ribu-aplikasi-facebook-bocorkan-dana-pengguna

Mendiknas: Bangun Budaya Berprestasi!



JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) digelar oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) serta Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Hall D, Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jumat (20/5/2011). Sinergi dari dua Kementerian ini sebagai penerjemah instruksi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
Dengan tema "Pendidikan Karakter Sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa, Raih Prestasi Junjung Budi Pekerti", peringatan Hardiknas diharapkan tidak hanya sebagai acara seremonial belaka, tetapi harus diwujudkan dalam kegiatan nyata.

"Pendidikan karakter tidak hanya bertujuan untuk membangun karakter berbasis kemuliaan diri semata, tetapi secara bersamaan juga bertujuan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa," kata Mendiknas, Mohammad Nuh, Jumat (20/5/2011) malam, di Jakarta.

Berkaitan dengan tema tersebut, lanjut Nuh, ada tiga landasan yang ingin dibangun melalui pendidikan, yaitu menumbuhkan kesadaran sebagai makhluk Tuhan, membangun dan menumbuhkan wawasan keilmuan, serta menumbuhkan karakter kecintaan tanah air sepenuhnya. Nuh memaparkan, menumbuhkan kesadaran bahwa semua adalah mahkluk Tuhan bertujuan agar tidak ada sifat sombong karena sama-sama makhluk ciptaan-Nya.

Sementara itu, membangun dan menumbuhkan keilmuan, karena di sinilah akan muncul kreativitas dan motivasi, sebagai mesin kesejahteraan yang juga mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menumbuhkan karakter kecintaan tanah air sepenuhnya dengan membangun kebanggaan sebagai bangsa indonesia.

"Cara paling tepat untuk membangun kebanggaan terhadap bangsa Indonesia adalah dengan membangun tradisi budaya berprestasi. Di sinilah pentingnya membangun karakter berprestasi, tanpa prestasi kita bisa terjebak dalam kebahagiaan yang semu," ujar Nuh.

Sumber : http://edukasi.kompas.com/read/2011/05/20/2010437/Mendiknas.Bangun.Budaya.Berprestasi.

Listrik dari Gelombang Laut Menjanjikan




KOMPAS.com - Gelombang laut dan bandul lonceng menjadi inspirasi Zamrisyaf. Periset pada Divisi Penelitian dan Pengembangan PT PLN (Persero) ini merancang pembangkit listrik dengan energi gelombang laut yang menggerakkan bandul kemudian diubah menjadi energi penggerak roda gila dan turbin listrik.

"Teknologi ini sudah mendapatkan hak paten dan siap dikomersialkan," kata Zamrisyaf, Kamis (19/5/2011) di Jakarta. Zamrisyaf mendaftarkan teknologi pembangkit listrik tenaga gelombang laut-sistem bandulan (PLTGL-SB) untuk mendapatkan paten sejak tahun 2002.

Awalnya Zamrisyaf menekuni bidang pembangkit listrik mikrohidro. Kemudian, suatu perjalanan dengan kapal mendatangkan inspirasi baginya untuk merancang PLTGL-SB. Pada perjalanan itu, kapal diterpa badai dengan gelombang laut tinggi. Kapal berayun-ayun. Lonceng kapal pun berdentang. Zamrisyaf menyimak rumah lonceng beradu dengan bandulannya.

"Gelombang laut memiliki energi yang diteruskan bandulan lonceng. Bandulan lonceng menghasilkan energi bunyi, tetapi bandulan pada PLTGL-SB rancangan saya menghasilkan listrik," kata Zamrisyaf. Ia mengutip hukum kekekalan energi bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, tetapi diubah.

Zamrisyaf mengubah energi gelombang laut menjadi energi listrik melalui perantara energi gerak bandulan yang menjadi penggerak roda gila. Pada akhirnya, roda gila menggerakkan turbin atau dinamo yang berputar dan menghasilkan listrik.(Nawa Tunggal)

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/05/20/14243145/Listrik.dari.Gelombang.Laut.Menjanjikan

Rangkaian Listrik

Written By Agus Dwianto on Jumat, 06 Mei 2011 | 16.10

Perhatikan rangakaian listrik berikut ini !



1. Masukkan resistor ke dalam kotak yang disediakan dengan cara klik dan seret resistor.
2. Masukkan baterai ke dalam rangakain dengan cara klik baterai.
3. Untuk menambah baterai silahkan klik ulang baterai di luar rangkaian.

Tentukan besarnya Hambatan (resistor) yang dipakai berdasarkan nilai V dan I!
Selamat Belajar !

Tata Surya

Written By Agus Dwianto on Minggu, 24 April 2011 | 21.39

Uji pemahamanmu tentang tata surya melalui quiz di bawah ini.
Lengkapi huruf yang hilang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia.

Dampak Global Warming : Tahun 2500 Bumi Tak Layak Huni

Written By Agus Dwianto on Sabtu, 16 April 2011 | 00.17


YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Pemanasan global, selain menyebabkan perubahan iklim, juga menaikkan suhu bumi rata-rata 0,2 derajat celsius per 10 tahun atau 2 derajat celsius dalam 100 tahun. Kenaikan suhu sebesar itu menyebabkan kenaikan permukaan air laut setinggi 20 sentimeter. Demikian diungkap Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM, Prof Dr Jumina, di kantor PSE UGM, Sekip Yogyakarta, Senin (11/4/2011).

Lebih lanjut, Jumina mengatakan, tanpa ada upaya serius dan sistematis untuk mengurangi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) ke atmosfer bumi, suhu rata-rata permukaan bumi yang pada tahun 2010 berada pada kisaran 14,6 derajat celsius akan naik menjadi sekitar 25 derajat celsius pada tahun 2500.

"Artinya, bumi tak akan lagi menjadi tempat hunian yang nyaman bagi manusia, hewan, maupun tumbuhan. Bahkan sangat mungkin manusia tak akan dapat bertahan hidup pada kondisi seperti itu," tutur Jumina.

Terjadinya peningkatan emisi CO2 secara terus-menerus itulah yang menyebabkan para pakar lingkungan merasa sangat prihatin. Usaha untuk mengurangi emisi CO2 pun dilakukan, antara lain melalui penandatanganan Protokol Kyoto pada 1999. Sayang, Amerika Serikat sebagai penyumbang emisi CO2 terbesar kedua di dunia hingga saat ini belum bersedia menandatangani protokol tersebut.

"Begitu pula China yang merupakan penghasil emisi CO2 terbesar di dunia," ungkapnya kemudian.

Data menunjukkan, sumbangan sektor energi terhadap emisi CO2 dan fenomena pemanasan global sangat besar. Dengan demikian, demi mengurangi tingkat emisi CO2 domestik dan menekan laju terjadinya pemanasan global, maka penerapan konsep energi bersih sangat diperlukan. "Energi bersih bisa diartikan sebagai energi ramah lingkungan, atau energi yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," jelas Jumina.

Bila Indonesia dapat menerapkan konsep energi bersih, maka sistem energi yang dibangun bukan hanya menghasilkan ketahanan energi dalam arti terjadi keseimbangan antara kebutuhan dan pasokan energi nasional, tapi juga dapat mewujudkan terciptanya lingkungan yang sehat, nyaman, dan lestari. "Sehingga sistem energi yang diterapkan akan bervisi jauh ke depan tanpa harus merampas hak dasar generasi penerus," kata Jumina.

Kenyataan, pengembangan teknologi energi bersih dan ramah lingkungan di Indonesia belum memuaskan. Keterbatasan kemampuan SDM merupakan faktor utama. Untuk itu, PSE UGM bekerja sama dengan Sekolah Pascasarjana UGM menggelar seminar sehari "Pengembangan Sumberdaya Manusia Bidang Energi Bersih Menuju Ketahanan Energi Nasional", di gedung Pascasarjana UGM, Selasa (12/4/2011).

Seminar menampilkan beberapa narasumber, antara lain anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr Ir Tumiran MEng; Direktur Energi, Telekomunikasi, dan Informatika Bappenas Ir Jadhie J Ardajat MSi; Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Dr Ing Evita Legowo; Direktur Energi Primer PLN Ir Nur Pamudji MEng; Kepala Badan Pengkajian Iklim dan Mutu Industri Kementerian Perindustrian Ir Arryanto Sagala; serta Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Ir Luluk Sumiarso MSc.

http://sains.kompas.com/read/2011/04/11/15231152/Tahun.2500.Bumi.Tak.Layak.Huni

Reaksi Nuklir Alami Juga Terjadi di Mars

Written By Agus Dwianto on Minggu, 03 April 2011 | 21.22

Kawah Rabe yang berwarna biru di Planet Merah.

KOMPAS.com - Dr John Brandenburg, ilmuwan senior di Orbital Technologies Corporation mengutarakan pendapat bahwa reaksi nuklir secara alami juga terdapat di Mars. Reaksi nuklir itulah yang menyebabkan planet Mars berwarna merah.

Seperti dikutip Foxnews (1/4/2011), Brandenburg mengatakan, "Permukaan Mars punya lapisan tipis senyawa radioaktif, meliputi uranium, thorium dan potassium radioaktif. Radiasi muncul dari zona tertentu di Mars."

"Ledakan nuklir bisa menyebarkan debu ke seluruh planet. Citra sinar gamma menunjukkan adanya bintik merah besar seperti debu radioaktif. Di bagian Mars lain juga terdapat bintik merah," lajut Brandenburg.

Brandenburg berpendapat, ledakan yang setara dengan 1 juta kali 1 megaton bom hidrogen pernah terjadi di wilayah Mars bernama Mare Acidalium, sebuah wilayah yang punya konsentrasi radioaktif tinggi.

Ledakan itu mengisi atmosfer Mars dengan radioisotop. Selain itu, Brandenburg mengatakan bahwa ledakan nuklir alami juga telah melalap semua yang ada di permukaan Mars sehingga permukan planet itu kini dipenuhi pasir kering.

Menanggapi pendapat Brandenburg, manajer program penelitian Mars di Jet Propulsion Laboratory NASA Dr David Beaty mengatakan bahwa pendapat itu mengagumkan, namun masih harus dibuktikan kebenarannya.

Mengekspresikan keraguan, ia mengatakan bahwa geologi Mars telah bertahan selama ribuan tahun. Apa yang ada di Mars sekarang juga telah ada dalam jangka waktu lama, hanya terdapat perubahan kecil.

Sementara, Dr Lars Borg dari Lawrence Livermore National Lab mengatakan, pendapat Brandenburg tak mengejutkan. Apa yang disebut Brandenburg sebagai reaksi nuklir sebenarnya adalah proses geologis biasa.

"Kami meneliti meteorit Mars selama 15 tahun dan melihat pengukuran isotop secara detail. Tak cuma satu dari 100 orang yang berpendapat ini berkaitan dengan adanya ledakan nuklir di sana," katanya.

Brandenburg yang pernah bekerja di Livermore mempertahankan pendapatnya. Ia mengatakan bahwa sebenarnya terdapat beberapa ahli yang tak bisa disebutkan namanya sebenarnya menyetujui pendapatnya.

Lebih mengejutkan, Brandenburg berpendapat bahwa reaksi nuklir alami juga terdapat di Bumi. Salah satu wilayah Afrika bernama The Oklo, Gabon memiliki sedimen berlapis uranium yang berasal dari ledakan nuklir 2 milyar tahun lalu.

Brandenburg berpendapat, data radiasi sinar gamma menunjukkan peningkatan radiasi Xenon-129 di Mars beberapa tahun terakhir. Gejala sama juga terjadi di Bumi setelah bencana nuklir di Chernobyl tahun 1986 dan krisis Nuklir di Jepang.

Sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/04/03/12195958/Reaksi.Nuklir.Alami.Juga.Terjadi.di.Mars , Minggu, 3 April 2011 | 12:19 WIB
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Blog Agus Dwianto - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger